|
|
BAB
II
TERBENTUKNYA KARAKTER
SERTA PEMBAHAGIAN KARAKTER DILINGKUNGAN
SECARA KRONOLOGIS
A.
TERBENTUKNYA KARAKTER DILINGKUNGAN YANG DITELITI
SECARA KRONOLOGIS
Untuk
mendapatkan karakter dan bentuk dan formasi spatial yang
terbentuk perlu diketahui dan ditelaah secara kronologis.
Untuk penelaahan ini akan disajikan dalam bentuk tabel
supaya memudahkan pembacaan urutan peristiwa-peristiwa,
baik praktis maupun arsitektural yang berkaitan atau
berpengaruh lansung terhadap pembentukan ataupun perubahan
karakter lingkungan yang di teliti.
Hasil
dan penelaahan secara kronologis tersebut disajikan berupa
diagram-diagram yang menggambarkan pembentukan maupun
perubahan karakter yang terjadi dilingkungan, dan built
up area disajikan pula untuk mendapatkan gambaran.
yang kurang lebih dari keadaan sesungguhnya.
Kemudian
dari hasil penelaahan secara knonologis ini akan
dipergunakan mengklasifikasikan kelompok-kelompok karakter
tersebut yang akan dipergunakan untuk penelaahan
selanjutnya rnengenai Landmark kota ataupun node untuk
lingkungan yang diteliti.
|
KRONOLOGIS
PERISTIWA
|
FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI
|
KARAKTER
YANG TERBENTUK DAN
BUILT UP AREA
|
|
1660
:
Belanda
berhasil menguasai Padang, setelah mengadakan
perjanjian damai de ngan Kerajaan Aceh. Kemudlan
Belanda diizinkan mendirikan kantor dagangnya di
Padang.
1667
:
Belanda
mendirikan gedung yang disebut Loji serta mengadakan
hubungan dagang dengan Minangkabau. Mulai saat
itulah daerah Padang tumbuh dan berkembang. Pada
daerah pinggir utara Batang Arau kian ramai dan
menjadi pusat perdagangan yang penting.
1784
:
Yaitu
tanggal 20 Mei, Belanda menetapkan kota Padang
sebagal pusat kedudukan pemerintahan dan perdagangan
di daerah pantai barat Sumatera
|
Kota
Padang sepanjang abad yang lalu merupakan kota
metropolitan terbesar di pantai Barat Pulau Sumatera,
selain mempunyai hubungan dagang lansung dengan
bangsa asing. Dan pada waktu itu Padang merupakan
pusat meliter dan puperbekalan bagi tentara yang
beroperasi selama perang Aceh.
Pada
waktu itu Belanda hunya mendirikan bangunan yang
berupa gudang, merangkap benteng pertahanan dan
penjara yang disebut loji.
|
KARAKTER YANG TERBENTUK :

BUILT UP AREA

|
|
1800
:
Kota
Padang telah berkembang sebagal pusat perdagangan
dengan berdirinya kantor NHM (Nederlandech Handels
Mastschappij) dan kantor-kantor dagang swasta antara
lain; Houten Staffan, Guntezel & Schuniader,
Geowebry Van den Berg, Tels & Go, Inernatiao dll.
1824
:
Belanda
mendirikan tugu Naald (untuk— mengenang jasa
Letkol Raaff yang tewas pada perang Paderi)
disebelah Barat Lapangan Dipo (Taman Budaya sekarang)
tugu Naald beserta taman ini pada waktu itu
merupakan tempat rekrea si (landmark dan juga node).
1825
:
Pemerintahan
Belanda mendlrikan monu men dan taman Michel Flein
yang termegah dan terbesar di Sumatera yang
merupakan pusat rekreasi (landmark dan node) tugu
dan taman ini bertempat di Taman Melati Sekarang.
1829
:
Yaitu
tanggal 22 September, De Steurs kepala Pemerintahan
sipil dan melietr mengambil keputusan untuk
memperluas kota Padang, maka dengan sendirinya
pembangunan kantor-kantor pusat-pusat kegiatan dan
lain-lain diarah kan ke utara kota Padang.
1847
:
Pemerintah
Belanda mendirikan rumah Bola De dracht yang
berfungsi seba gai tempat pertemuan, pertunjukan
serta pesta bangunan ini bertempat di jalan Bgd.
Aziz Chan sekarang yang dikerjakan dimasa E. Francis
menjadi residen di Padang
|
Setelah
Belanda merasa menguasai Padang secara keseluruhan
baik perdagangan keamanan dan pemerintahan serta
dengan bertambahnya bangsa Belanda menetap di Padang
tmbullah pemikiran Belanda membuat taman-taman bunga
yang ditengahnya didirikan tugu sebagai mengenang
dan menghormati prajurit-prajurit tentara Belanda
yang gugur didalam peperangan melawan pemerintahan
Kerajaan Minangkabau didalam merebut kekuasaannya di
Padang.
Tugu-tugu
yang didirikan paad waktu itu merupakan
elemen-elemen kota (landmark).
|
KARAKTER YANG TERBENTUK :

BUILT UP AREA

|
|
1871
:
Tidak
begitu jauh dari gedung NHM Pemerihtah mendirikan
sebuah lapangen kecil dengan taman bunga yang cantik
dan ditengah-tengahnya terdapat tugu De Grave (penemu
tambang batu bara
Sawah Lunto)
1881
:
Diujung
jalan Nipah sekararig ini Belanda membangun bukit
kecil yang di rerumputan yang menghadap kelaut
sebagai objek wisata.
Pelabuhan
Teluk Bayur selesai dibangun dan dibuka untuk umum,
maka dengan sendirinya kota Padang tidak saja
berkeabang ke arah Utara tetapi juga ke arah Selatan.
1882
:
Yaltu
tanggal 7 Oktober ditetapkan Ordonansi yang mengatur
ahirani Btg. Arau dan pemerintah diizinkan menguasai
pinggiran sungai. Perbaikan pinggiran serta
meluruskan aliran air Btg. Arau dilaksanakan.
1883
:
Disisi
sebelah Utara taman Michels Piein didirikan gedung
Raad van Justitie (Gedung Pengadilan negeri) sekaran
gedung tersebut masih awet dan baik
1887
:
Jalan
kereta api di Sumatera Barat mulai dibangun. Dengan
ini kota Padang berkembang pesat kearah Utara dan
arah Timur
1906
:
Tanggal
1 Maret ditetapkan suatu ordonansi yang merupakan
instelling penetapan Padang sebagal suatu daerah
Gemeente Raad dengan Stb. 1906 No.151 yang mempunyai
suatu dewan yang disebut Gemeente Raad, maka tidak
lama sesudah itu didlrikan gedung yang megah dengan
berituk visuil yang menarik dan merupakan Landmark
diwaktu itu adahah gedung Gemeente (Balai Kota
sekarang).
1907
:
Bukit
kecil yang dibangun th.1881 yang berfungai sebagai
objek wisata ditelan ombak laut.
1913
:
Tugu
Naald yang didirikan th.1824 di pindahkan kesisi
utara lapangan Imam Borijol sekarang ini.
1916
:
Stb.
No.56 Gubernur Jendral mengangkat ketua Gemente Raad
diluar pejabat sebagai Burgemester. th. 1928
diarigkatlah Burgemester yang pertama di kota Padang.
|
Karena
kegigihan pemerintah Belanda untuk menguasai seluruh
tanah air. Setelah Sumatera bagian Barat dikuasai,
Padang dijadikan pusat pemerintahan dan kemudian
ditetapkan ordonansi yang merupakan instelling
penetapan Padang suatu daerah Gemeente, maka
kelanjutan dari ordonansi ini, pemerintah Belanda
mendirikan gedung atau kantor Gemeente Raad
Daerah
barat Padang (pinggir pantai) terancam ditelan ombak
secara perlahan-lahan, maka terjadi penggusuran tugu
(monument) ke arah utara. Pemindahan tugu-tugu (monumen)
itu berarti memindahkan elemen kota (landmark) ke
Utara dan sekaligus perluasan kota (bertambahnya
distrik-distrik kota).
|
KARAKTER YANG TERBENTUK :

BUILT UP AREA

|
|
1938
:
Dibentuk
staad Gemente Padang. Pemerintah Staad Gemeente
mengeleluarkan peraturan-peraturan yang bernama
Staad Gemente Vorerdening dan menetapkan pajak-pajak
daerah dan tanah. Pada saat ini pula
pembangunan-pembangunan bertarnbah.
1942
:
Jepang
menduduki Indonesia (juga Padang), Jepang
menghancurkan tugu Michels dan mengganti dengan
Yamamoto Koen (taman bunga bintang Selatan). Pada
masa pendudukan Jepang kota Padang tidak mengalami
perobahan melainkan kehancuran dari bangunan
peninggalan Pemerintahan Belanda.
1949
:
Ditaman
Yamamto Koen Pemerintah Indonesia mendinikan Tugu
Kemerdekaan dan tugu Pahlawan.
1965
:
Disebelah
Barat bangunan Balai Kato — (Kantor Gemeente Raad)
didirikan Pasar Bergonjong dan
kemudian terbakar. Pasar Bergonjong ini
dulunya merupakan bentuk visuil yang dapat dikatakan
sebagai Landmarknya Kota Padang.
Pada
tahun ini juga Kota Padang berkembang dengan
pesatriya bahkan setelah Pemerintahan Orde Baru
menetapkan tahap-tahap pembangunan lima tahun
(REPELITA), banyak kantor-kontor pemerintahan
dibangun, seperti kantor Gubernur yang megah di
Jalan Jend. Sudirman. Sekali gus Kantor Gubernur
dapat berfungsi sebagai Landmark kota.
1979
:
Kota
Padang ditetapkan secara defenitif menjadi ibu kota
Propinsi Sumatera Barat.
1980
:
Wilayah
administratif Kotarnadya Padang diperluas dar 33 km
persegi menjadi 696 Km persegi, dari (3 kecamatan
menjadi 11 kecamatan).
1986
:
Rencana
induk pembargunan (Master Plan) sampai th.2003
Kotamadya Padang disyahkan oleh pemerintah Pusat.
|
Padang
sebagai pusat pemerintahan, pendidikan dan
perdagangan, diserbu oleh pendatang (urbanisasi)
dari seluruh pelosok Sumatera Barat dengan
bermacam-macam tujuan antara lain berdagang,
melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, maka
dengan sendirinya Kota Padang menjadi padat serta
pembangunan berkembang pesat.
|
KARAKTER YANG TERBENTUK :

BUILT UP AREA

|
B. PEMBAGIAN KARAKTER DILINGKUNGAN
YANG DITELITI
Dengan
melihat telaahan kronologis diatas dapat disimpulkan untuk
sementara bahwa pembentukan dan perkembangan lingkungan
terjadi karena hal-hal sebagai berikut :
|

|
-
Aliran sungai merupakan alteri utama pada
permulaan pertumbuhan kota Padang yang juga
merupakan PATH yang menghubungkan pantai-pantai di
bahagian barat Sumatera dengan kapal, dan pusat
perdagangan Muaro sebagai CENTRE.
|
|

|
-
Perkantoran baik permerintahan maupun swasta
serta pergudangan dan pertokoan pada daerah Muaro,
Pasar Mudik, merupakan PLACE (tujuan) dan arah ke
Utara yang merupakan daerah hunian, rekreasi dan
kegiatan lainnya dan sebagai CENTRE (pusat kegiatan)
lingkungan tersebut.
|
|

|
-
Karena ordonasi yang menetapkan Padang suatu
daerah Gemeente dan kebijaksanaan pemerintah
menetapkan perluasan kota kearah Utara, yaitu
berdirinya kantor Gerneente Raad, kantor Pengadilan
Negeri (Raad Van Justitie ) dan Stasiun Kereta Api.
Jadi DOMAIN bertambah atau TERRITORIAL BOUNDARY
diperluas kearah Utara Batang Arau.
-
Kota Padang berkembang pesat kearah Utara,
dan terjadinya penambahan DOMAIN maka dengan
sendirinya PLACE (CENTRE) bertambah pula.
|
|
Dengan
melihat perkembangan pembentukan lingkungan segmen
tersebut maka karakter lingkungan yang diteliti
dapat digolongkan sebagai berikut :
|
|
-
Daerah
rekreasi/hiburan terletak pada pantai bahagian
selatan. Fasilitas rekreasi yang ada antara lain
: Taman Melati, Musium Aditiyawarman, Taman
Budaya, Gunung Padang dan Pantai Air Manis (lihat
peta).
-
Daerah
olah raga ter letak pada bahagian utara yaitu
Gelanggang Olah raga (G0R) H.Agus Salam.
-
Daerah
perdagangan terletak pada bahagian utara batang
Arau dan sedikit ke timur sepanjang Jalan H.Agus
Salim yang diapit oleh daerah rekreasi,
disebelah barat dengan daerah pemukiman.
-
Daerah
pemukiman terdapat disebelah Utara dan Timur.
|
|