Belajar Geografi dengan Google Earth
dan Google Maps
26 Februari, 2007|
| ||
|
A. Pengantar Salah satu kemudahan untuk belajar geografi pada saat ini adalah dengan mempergunakan alat peraga peta yang disediakan di internet lewat situs atau website diantaranya yang populer adalah Google Maps dan Google Earth, kedua media ini akan membawa dan memperlihatkan kepada anda seluruh permukaan bumi tanpa anda meninggalkan ruang kelas. Dibawah ini kita coba mempelajari dan kita tinjau Google Maps dan Google Earth yang disediakan oleh Google dot com. 1. Google Maps Googel Maps adalah sebuah jasa penyedia peta globe virtual gratis dan online yang disediakan oleh Google dengan alamat url : http://maps.google.com. Google Maps ini menawarkan peta yang dapat di perbesar, diperkecil sekalanya dan dapat digeser kepada seluruh permukaan bumi. Baru-baru ini, Google juga telah meluncurkan mesin yang dapat menjelajahi permukaan bulan serta planit-planit di luar angkasa.
Google juga juga menawarkan perencanaan rute dan pencari letak bisnis di U.S., Kanada, Jepang, Hong Kong, China, UK, Irlandia (baru disediakan pusat kota) dan beberapa bagian Eropa. Pada saat ini Google Maps masih berada dalam tahap beta. 2. Google Earth Google Earth, merupakan sebuah program globe virtual yang sebenarnya disebut Earth Viewer dan dibuat oleh Keyhole, Inc.. Program ini memetakan bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara dan globe GIS 3D. Tersedia dalam tiga lisensi berbeda: Google Earth, sebuah versi gratis dengan kemampuan terbatas; Google Earth Plus ($20), yang memiliki fitur tambahan; dan Google Earth Pro ($400 per tahun), yang digunakan untuk penggunaan komersial. Awalnya dikenal sebagai "Earth Viewer", Google Earth dikembangkan oleh Keyhole, Inc., sebuah perusahaan yang diambil alih oleh Google pada tahun 2004. Produk ini, kemudian diganti namanya menjadi Google Earth tahun 2005, dan sekarang tersedia untuk komputer pribadi yang dijalankan denag Microsoft Windows 2000, XP, atau Vista, Mac OS X 10.3.9 dan ke atas, Linux (diluncurkan tanggal 12 Juni 2006) dan FreeBSD. Dengan tambahan untuk peluncuran seuah klien berbasis update Keyhole, Google juga menambah pemetaan dari basis datanya ke perangkat lunak pemetaan berbasis web. Peluncuran Google Earth menyebabkan sebuah peningkatan lebih pada cakupan media mengenai globe virtual antara tahun 2005 dan 2006, menarik perhatian publik mengenai teknologi dan aplikasi geospasial. Globa virtual ini memperlihatkan rumah, warna mobil, dan bahkan bayangan orang dan rambu jalan. Resolusi yang tersedia tergantung pada tempat yang dituju, tetapi kebanyakan daerah (kecuali beberapa pulau) dicakup dalam resolusi 15 meter. Las Vegas, Nevada dan Cambridge, Massachusetts memiliki resolusi tertinggi, pada ketinggian 15 cm (6 inci). Google Earth membolehkan pengguna mencari alamat (untuk beberapa negara), memasukkan koordinat, atau menggunakan mouse untuk mencari lokasi. Google Earth juga memiliki data model elevasi digital (DEM) yang dikumpulkan oleh Misi Topografi Radar Ulang Alik NASA. Ini bermaksud agar kita dapat melihat Grand Canyon atau Gunung Everest dalam tiga dimensi, daripada 2D di situs/program peta lainnya. Sejak November 2006, pemandangan 3D pada pegunungan, termasuk Gunung Everest, telah digunakan dengan penggunaan data DEM untuk memenuhi gerbang di cakupan SRTM. Banyak orang yang menggunakan aplikasi ini menambah datanya sendiri dan menjadikan mereka tersedia melalui sumber yang berbeda, seperti BBS atau blog. Google Earth mampu menunjukkan semua gambar permukaan Bumi. dan juga merupakan sebuah klien Web Map Service. Google Earth mendukung pengelolaan data Geospasial tiga dimensi melalui Keyhole Markup Language (KML). Google Earth memiliki kemampuan untuk memperlihatkan bangunan dan struktur (seperti jembatan) 3D, yang meliputi buatan pengguna yang menggunakan SketchUp, sebuah program pemodelan 3D. Google Earth versi lama (sebelum Versi 4), bangunan 3d terbatas pada beberapa kota, dan memiliki pemunculan yang buruk tanpa tekstur apapun. Banyak bangunan dan struktur di seluruh dunia memiliki detil 3D-nya; termasuk (tetapi tidak terbatas kepada) di negara Amerika Serikat, Britania Raya, Irlandia, India, Jepang, Jerman, Kanada, Pakistan dan kota Amsterdam dan Alexandria. Bulan Agustus 2007, Hamburg menjadi kota perama yang seluruhnya ditampilkan dalam bentuk 3D, termasuk tekstur seperti facade. Pemunculan tiga dimensi itu tersedia untuk beberapa bangunan dan struktur di seluruh dunia melalui Gudang 3D Google dan situs web lainnya. Pada google Earth plus (yaitu Google Earth versi bayar) kita akan dapat melihat langsung situasi keadaan saat online (real time) dan dapat melihat plat nomor mobil yang diparkir. Dari software Google Earth pra bayar ini menyediakan tampilan citra yang lebih jelas dan lebih real-time. Para pengelola informasi atau kantor-kantor berita, telah memilih Google Earth dan Google Maps sebagai sumber informasi yang mereka manfaatkan untuk melengkapi berita yang mereka sajikan, seperti contoh penyajian berita yang di tampilkan di blog-blog [klik disini] dan [disini] Tinggal sekarang kita para guru dan siswa disekolah untuk memanfaatkan Google Maps dan Google Earth sebagai salah satu media yang dapat dipergunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar di ruang kelas.
Nah,
selanjutnya mari kita bereksprimen dengan Goole Maps
pada halaman berikut. |
